Class of Fire

Kelas-kelas api.

Apa itu Kelas Api?

Kelas Api adalah pengelompokan jenis-jenis api atau kebakaran yang dikategorikan berdasarkan dari material yang terbakar.

Material yang terbakar dibagi menjadi 6 kelompok kelas api, yaitu A, B, C, D, F dan Elektrikal.

Kelas Api A

Kebakaran yang ditimbulkan oleh benda padat mudah terbakar seperti kayu, kain, kertas, dll, maka kebakaran ini digolongkan pada api “Class A”.

Kelas Api B

Kebakaran yang disebabkan oleh bahan bakar cair seperti bensin, solar, spirtus, lemak dan bahan kimia lainnya, maka api ini tergolong kebakaran “Class B”.

Kelas Api C

Kebakaran yang dipicu oleh adanya gas atau ledakan gas, maka kebakaran tipe ini tergolong pada kebakaran “Class C”.

Kelas Api D

Kebakaran yang disebabkan oleh terbakarnya material logam padat seperti, baja, metal, timah, besi, seng, dan sejenisnya, maka kebakaran ini tergolong pada kebakaran “Class D”.

Kelas Api F

Kebakaran yang disebabkan oleh perangkat dan bahan olahan makanan, maka kebakaran ini termasuk pada kategori kebakaran “Class F”.

British Standards Institution [BSI] memperkenalkan standar klasifikasi api baru, Kelas Api F. Untuk api yang disebabkan oleh kebakaran dari minyak goreng dan kebakaran lemak. Sebelumnya BSI menerbitkan BS-7937 dan sekarang telah diganti menjadi BS EN 3-7:2004 + A1:2007 sebagai karakteristik, persyaratan kinerja dan metode pengujian.

Kelas Api Electrical

Kebakaran yang disebabkan oleh hubungan pendek aliran listrik, kebakaran perangkat elektronik, maka api ini tergolong pada kebakaran “Class Electrical”.

Kelas api elektrikal masuk ke dalam kelompok kelas api tersendiri. Karena untuk memadamkan kebakaran kelas api elektrikal, harus menggunakan bahan pemadam yang tidak menghantarkan aliran arus listrik.

Apabila dalam keadaan terdesak harus menggunakan alat pemadam yang berbahan dasar air, sebelum melakukan pemadaman sebaiknya harus memutus pasokan aliran listrik terlebih dahulu. Karena potensi kemungkinan untuk tersengat arus listrik menggunakan bahan dasar air sangat tinggi.

Namun perlu diingat, beberapa perangkat listrik atau elektronik, ada yang mampu menyimpan muatan daya listrik untuk beberapa saat setelah dimatikan, seperti fenomena fisika berupa induksi listrik atau perangkat yang memiliki penyimpanan daya dari perangkat UPS.